Berapa Lama Inti Ibadah Haji?

Kutipan dari buku Miss Backpacker Naik Haji itu sepertinya cukup mewakili perasaan umat Muslim yang baru melaksanakan ibadah haji. Biasanya, keindahan suasana Masjid Nabawi, megahnya Ka’bah, ramainya Masjidil Haram, dan tempat-tempat lainnya hanya bisa dinikmati melalui gambar, baik itu gambar yang ada di sajadah, televisi, majalah, dan sebagainya.

Karena itu, tidak sedikit jemaah yang kemudian meneteskan air mata ketika menginjakkan kaki ke Tanah Suci. Selain akhirnya bertamu ke rumah Sang Khalik, ada campuran perasaan yang tidak bisa dienyahkan. Merasa puas karena rindu yang akhirnya tersampaikan, tetapi pada saat yang bersamaan, rindu itu semakin menguat sehingga berat rasanya meninggalkan Tanah Suci.

Firman Allah Tentang Ibadah Haji

Sejarah turunnya perintah haji tidak lepas dari kisah Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail. Kala itu, Allah memerintahkan agar Nabi Ibrahim membawa Siti Hajar dan Nabi Ismail yang masih bayi ke Mekkah.

Anda tentu ingat bukan, kisah munculnya air ketika kaki Nabi Ismail menggaruk pasir saat kehausan? Keluarnya air di padang tandus itu kemudian menyebabkan suku Jurhum dan yang lainnya kemudian datang dan meramaikan daerah tersebut dengan peradaban.

Firman Allah dalam Al-Qur’an mengenai ibadah haji ini tertuang dalam surat Al-Hajj:27 yang berbunyi, “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir Jilid 5 ini berisi perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim agar menyeru manusia untuk berhaji serta mengajak mereka untuk haji ke rumah yang telah Kami perintahkan untuk membangunnya ini. Ayat ini dijadikan dalil oleh ulama yang berpendapat bahwa haji dengan berjalan kaki bagi yang mampu melakukannya lebih afdhal dari pada haji dengan memakai kendaraan. Karena Allah mendahulukannya dalam penyebutan, maka hal itu menunjukkan perhatian besar mereka, kuatnya tekat mereka, dan gigihnya maksud mereka.

Berdasarkan tafsir di atas, kita telah mengetahui bahwa pergi haji sebagai rukun Islam yang ke-5 merupakan suatu hal yang sebaiknya dilaksanakan oleh umat Muslim sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Allah SWT melalui Nabis Ibrahim.

Berapa Lama Inti Ibadah Haji?

Coba Anda perhatikan sanak saudara atau kerabat yang akan melaksanakan haji. Biasanya, mereka akan pergi selama sepuluh hari, dua minggu, bahkan hingga satu bulan dan lebih. Mungkinkah haji yang dilakukan seorang umat berbeda dengan yang lainnya?

Jawabannya tentu saja tidak. Inti ibadah haji sebenarnya ialah saat wukuf di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah pada penanggalan Hijriyah. Jika demikian, apakah itu artinya inti ibadah haji hanya selama satu hari? Benar, saat wukuf. Akan tetapi yang perlu diingat, haji merupakan serangkaian kegiatan ibadah di Tanah Suci dengan rukun-rukun yang harus dipenuhi.

Rukun haji ini juga merupakan kegiatan beribadah yang tidak dapat digantikan dengan ibadah lainnya. Adapun rukun haji ialah ihram, tawaf, sai, wukuf, tahalul, dan tertib. Apabila tidak terpenuhi rukun haji, maka kegiatan haji seseorang dianggap batal dan tidak sah.

Karena itulah, jika dijumlahkan, pelaksanaan haji cukup selama tujuh hari, mulai dari pelaksanaan umrah wajib hingga tawaf wada. Lantas mengapa banyak orang yang hingga berminggu-minggu menunaikan haji? Hal ini bukan karena adanya perbedaan waktu menjalankan kegiatan haji, melainkan karena faktor biaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Protected by WP Anti Spam