Saat Umroh, Berdoa di Taman Surga Yuk!

Kita sebagai manusia yang masih hidup di muka bumi ini pastinya belum merasakan surga. Manusia harus melewati beberapa fase setelah kematian mereka. Tempat indah sesuai apa yang kita impikan serta berbagai kenikmatan tersaji di surga. Tapi, ternyata di bumi ada juga “Taman Surga” yang bisa kamu kunjungi. Taman Surga yang dimaksud adalah Raudhah atau Raudhatul Jannah yang terletak di Madinah. Sembari kita melihat beberapa tips umroh, maupun cari info mengenai umroh plus Turki, umroh plus Aqso, dan lainnya, Umrohpedia dari Pergiumroh.com akan cerita beberapa hal mengenai Raudhah, apa saja yang bisa kita lakukan, dan beberapa keindahannya.

Saat Umroh, Berdoa di Taman Surga Yuk!
Saat Umroh, Berdoa di Taman Surga Yuk!

Dimana Sih Raudhah Itu?

Raudhah adalah tempat yang istimewa di Madinah, dan selalu menjadi tujuan wajib para jemaah umroh dan haji. Dahulu Raudhah terletak di luar halaman Masjid Nabawi, yaitu di antara rumah Rasulullah Salallahu alaihi salam dan mighrab atau mimbar di Masjid Nabawi. Kini setelah Masjid Nabawi diperluas, lokasi Raudhah terletak di dalam masjid, dengan ukurannya yang hanya 22 x 15 meter. Lokasi itulah yang menjadi taman surga yang tak pernah sepi oleh jamaah haji dan umroh. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Tempat yang di antara rumahku dan mimbarku adalah raudhah (taman) di antara taman-taman surga.” (HR. Bukhari).

Kawasan Raudhah ditandai dengan karpet berwarna hijau muda yang sangat berbeda dengan warna karpet di ruangan lain di dalam masjid Nabawi. Motif karpet yang cantik berwarna hijau muda menghiasi lantai dan menjadi penanda bagi setiap pencari taman surga. Ruangan lain di dalam masjid Nabawi didominasi dengan karpet yang berwarna merah. Di waktu tertentu seperti pada bulan Desember hingga Januari, karpet hijau tersebut bisa diperluas hingga ke beberapa lantai yang pada bulan lain adalah karpet berwarna merah. Dengan ukuran 22 x 15 meter, Raudhah pun hanya cukup untuk menampung beberapa puluh jamaah.

Kawasan Raudhah juga memiliki 5 pilar atau tiang yang berwarna putih dengan atap yang berhiaskan ornamen kaligrafi klasik. Raudhah adalah tempat yang sangat mulia dimana dahulu Rasulullah Salallahu alaihi wasalam melakukan ibadah, memimpin shalat, menerima wahyu dan juga menjadi tempat ibadah bagi para sahabat. Lokasi Raudhah sebenarnya merupakan tempat shaf bagi para laki-laki dan hanya terbuka bagi kaum perempuan pada jam-jam tertentu. Yaitu pada saat waktu dhuha, waktu dhuhur, dan waktu isya. Banyak cerita dari para jemaah perempuan yang berdesak-desakan dan bergemuruh ketika antri untuk mendapatkan tempat di Raudhah. Perjuangan perempuan untuk mendapatkan keistimewaan Raudhah yaitu berkali lipat dibandingkan laki-laki.

Manfaatkan Waktu Untuk Berdoa di Raudhah

Area dalam masjid yang ada Raudhah tersebut biasanya diberi sekat kain di beberapa bagian dan dijaga oleh Askar (polisi Mekkah). Jemaah antri di belakang kain tersebut dan baru boleh maju selangkah demi langkah setelah Askar membukakan tirai kain. Inilah yang membuat para jemaah umroh dan haji semakin berlomba-lomba mendapat kesempatan terbaik di Raudhah, hingga mereka berlarian. Justru, jangan berlari-lari ya karena akan membuat Askar tidak suka.

Meskipun begitu, Raudhah selalu menjadi salah satu tempat yang diperebutkan oleh ribuan jemaah haji dan umroh. Lalu mengapa ribuan jemaah tersebut berebut untuk memasuki Raudhah? Rupanya, Raudhah yang bersebelahan dengan makam Rasulullah SAW di dalam kompleks Masjid Nabawi merupakan tempat yang sangat mustajab untuk berdoa. Dengan berdoa di Raudhah, maka doa pun niscaya akan dikabulkan oleh Allah.

Syaikh Abdullah bin Jibrin rahimahullah juga mengatakan: “Raudhah adalah area di sekitar mimbar yang biasa digunakan oleh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam untuk berkhutbah. Berdasarkan hadits yang telah disebutkan di atas, raudhah ini termasuk dalam taman-taman surga. Oleh karena itu disunnahkan shalat di raudhah baik shalat fardhu ataupun shalat sunnah. Demikian juga disunnahkan i’tikaf atau duduk untuk berdzikir atau membaca Al Qur’an di sana. Karena beribadah di sana terdapat pelipat-gandaan pahala”

Tiang-Tiang Khusus dalam Raudhah

Di dalam Raudhah terdapat enam tiang bersejarah, yaitu sebagai berikut:

  1. “Tiang Utusan” yang digunakan Nabi dahulu sebagai tempat menerima utusan yang datang.
  2. “Tiang Pengawal” tempat berdirinya para pengawal Nabi.
  3. “Tiang Tempat Tidur” yang merupakan tempat Nabi tidur selama i’tikaf.
  4. “Tiang Abu Lubabah” yaitu tiang tempat Abu Lubabah mengikatkan diri karena menyesal telah  membocorkan rahasia kepada orang yahudi.
  5. “Tiang Aisyah” yang diyakini ditunjuk Aisyah sebagai tempat Rosulullah mengimami shalat berjamaah.
  6. “Tiang Mukholaqah” tempat bersandar Nabi ke batang pohon kurma saat khutbah jum’at. Di samping itu di Raudhoh ada juga “Mihrab Nabi”. Adapun Rumah Nabi berdampingan dengan Masjid. Kini rumah ini menjadi makam Rasulullah SAW beserta dua shahabatnya Abubakar Shiddiq dan Umar Ibnul Khattab.

Raudhah yang dikenal sebagai daerah antara “rumah” dan “mimbar” Rasulullah ini telah menjadi “rebutan jemaah” yang fenomenal. Rumah disini memiliki pemahaman sebagai tempat bernaung dan beristirahat. Tempat elemen keluarga membina harmoni rumah tangga. Suami dan istri saling mencintai dan menyayangi sambil membesarkan putera dan puteri buah hati keduanya. Sementara “Mimbar” dapat dikatakan adalah arena perjuangan. Dari mimbarlah Rasulullah menyerukan ajakan untuk beriman kepada Allah, beribadah dengan tekun, dan berjuang memuliakan agama Allah. Mimbar Nabi menjadi tempat awal untuk membangun negeri agar warganya sejahtera dan berkah dalam limpahan rahmah dari Allah. Mencegah perilaku rendah dan nista yang menyebabkan mereka menerima murka dan adzab. Mimbar adalah tempat untuk melakukan perjuangan dakwah dan perjuangan Rasulullah untuk memperbaiki akhlak dan agama. Maka dari itu, di antara “rumah” dan “mimbar” ada “taman surga”.

Subhanaallah semoga kita semua bisa mampir di “Taman Surga” ini serta memanjatkan doa terbaik. Karena sesungguhnya, Allah Maha Mengetahui. Allah sudah tau apa yang kita inginkan dan idam-idamkan. Tetapi, Allah ingin kita merasakan keindahan berdoa dengan memanjatkan kedua telapak tangan dan menyerahkan padaNya. Wallahualam.

sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Protected by WP Anti Spam