Tentang Rukun, Syarat, dan Wajib Umroh

Tentang Rukun, Syarat, dan Wajib UmrohHampir setiap waktu, jutaan umat Muslim berbondong-bondong menjadi tamu Allah untuk menjalankan ibadah umroh. Umroh memang sering menjadi pilihan bagi mereka yang ingin segera mengunjungi Rumah Allah tanpa harus menunggu antrean panjang seperti pada ibadah haji.

Umroh sendiri merupakan perjalanan spiritual yang terbilang istimewa karena hanya bisa dilaksanakan di Tanah Suci. Begitu istimewanya, tidak semua Muslim mampu menjalankannya. Sesungguhnya, umroh bukan hanya soal finansial, soal mampu tidak mampu, tapi soal niat, keinginan, dan tawakal, yang semuanya diridai oleh Allah SWT.

Dalam umroh, ada beberapa rangkaian kegiatan yang jika dirunut akan mirip dengan rangkaian ibadah haji, mulai dari syarat, rukun, serta wajibnya. Oleh karena itu, umroh juga sering disebut dengan haji kecil.

Syarat

Syarat untuk menunaikan ibadah umroh sama dengan syarat ketika melaksanakan haji:

  • Beragama Islam
  • Baligh dan berakal
  • Merdeka (bukan budak)
  • Mampu secara finansial (ada bekal dan kendaraan)
  • Ada mahram (khusus bagi wanita)

Rukun

Rukun merupakan syarat utama apakah ibadah umroh yang kita kerjakan sah atau tidak. Dalam hal ini, jika ada salah satu rukun umroh di bawah yang tidak kita kerjakan, umroh kita tidak sah dan harus diulangi. Yang termasuk rukun umroh:

  • Ihram, yakni berniat untuk memulai umrah
  • Thawaf
  • Sai

Dalam umroh, ada beberapa rangkaian kegiatan yang jika dirunut akan mirip dengan rangkaian ibadah haji, mulai dari syarat, rukun, serta wajibnya

Wajib

Berbeda dengan rukun, meninggalkan yang wajib tidak dianggap membatalkan umroh, tapi jemaah harus menggantinya dengan membayar dam atau denda. Wajib umroh antara lain:

  • Berniat dengan melakukan ihram ketika hendak memasuki miqat
  • Bertahallul (mencukur sebagian atau seluruh rambut)

Lebih Jauh tentang Rukun dan Tata Cara Umroh

Seperti yang sudah disebutkan di atas, rukun umroh terdiri dari 3 hal, yakni ihram (niat), tawaf, dan sai. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan mengenai tata cara umroh berikut, ya.

  • Disunahkan mandi besar (junub) sebelum melafalkan niat untuk umroh
  • Mengenakan kain ihram (laki-laki: 2 helai kain, sedangkan wanita bebas memakai pakaian apa pun dengan syarat menutup aurat, kecuali muka dan telapak tangan)
  • Membaca niat dalam hati dan ketika sampai di miqat (batas daerah tanah suci) dianjurkan menjalankan salat sunah 2 rakaat sembari terus berucap kalimat talbiyah; Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika laka
  • Sebelum memasuki Kota Makkah, ada baiknya mandi dan membersihkan diri dulu
  • Ketika sudah berada di depan Ka’bah, talbiyah berhenti sebelum tawaf, lalu menuju Hajar Aswad sambil menyentuhnya (boleh mencium jika memang kondisi memungkinkan, sebaiknya sambil terus mengucap bismillahi allahu akbar)
  • Tawaf sebanyak 7 kali putaran. Tiga putaran pertama dilakukan dengan berjalan cepat dan selebihnya berjalan seperti biasa. Tawaf diawali dan diakhiri di depan Hajar Aswad, dengan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri kita.
  • Salat sunah 2 rakaat di belakang Maqam Ibrahim (jika tidak bisa, boleh diganti di tempat lain yang masih berada di area Masjidil Haram), dengan membaca surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Al-Ikhlas pada rakaat kedua
  • Sai atau berlari-lari kecil sebanyak 7 kali (dimulai dari Bukit Safa dan berakhir di Bukit Marwah)
  • Tahallul atau mencukur sebagian/seluruh rambut kepala
  • Selesai

Itu saja penjelasan singkat mengenai rukun umroh dan segala sesuatu yang berhubungan dengan pelaksanaannya. Semoga kita semua diberi kesempatan untuk menjadi tamu Allah SWT. Amin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Protected by WP Anti Spam