Tuntunan Lengkap Ibadah Umroh

Ketika niat sudah sudah di hati dan panggilan umroh telah datang, persiapkanlah diri Anda dengan sebaik-baiknya. Berikut ini adalah informasi-informasi penting tentang umroh yang insyaAllah bisa membantu Anda dalam mempersiapkan dan menjalankan ibadah ke Tanah Suci.

PengertianUmrohPengertian Umroh

Arti Umroh Secara Bahasa dan Syara’

Umroh, atau yang sering disebut sebagai haji kecil (Al hajju ashghar), secara bahasa bisa diartikan sebagai niat atau “ziarah”. Ziarah yang dimaksudkan di sini adalah berkunjung ke rumah Allah. Sedangkan secara syara’, umroh berarti niat menuju Baitullah dengan amal-amal khusus yang telah ditetapkan persyaratannya.

Hukum dan Keutamaan Ibadah Umroh

Dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 196, Allah Swt. berfirman tentang perintah haji dan umroh, yaitu: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umroh karena Allah”. Ayat ini menimbulkan dua penafsiran yang berbeda tentang hukum pelaksanaan umroh. Imam Ahmad dan Al Syafe’i berpendapat bahwa perintah dalam ayat tersebut adalah wajib, sedangkan Imam Maliki dan Hanafi memaknainya sebagai sunah mu’akad.

Adapun dari kedua pendapat tersebut, hukum yang menyatakan bahwa umroh hukumnya wajib lebih sahih atau lebih kuat, sedangkan dalil yang menyatakan sunah mua’akad sifatnya dhoif atau lemah. Yang dimaksud wajib di sini adalah bagi yang memiliki kemampuan dan dilaksanakan setidaknya sekali seumur hidup.

Terlepas dari hukum wajib atau sunahnya, ibadah umroh merupakan ibadah yang sangat mulia dan memiliki banyak keutamaan. Berikut ini adalah beberapa keutamaan umroh yang diriwayatkan oleh para sahabat Nabi:

Satu. Sebagai Ibadah yang Paling Utama

Amr bin Abasah Ra. berkata bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda “Amal yang paling utama adalah haji yang mabrur atau umroh yang mabrur”. Dalam hadis lain dijelaskan juga bahwa walau berbeda kadarnya, keutamaan dan keberkahan yang diperoleh dari berhaji juga diperoleh dalam ibadah umroh.

Dua. Sebagai Utusan Allah yang Dikabulkan Doa-Doanya

Abu Hurairah Ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda “Orang yang menunaikan haji dan menunaikan umroh adalah utusan Allah Swt. Apabila mereka berdoa kepada Allah, maka Allah akan mengabulkannya, dan apabila mereka meminta ampunan kepada Allah, maka Allah akan mengampuninya”.Dalam hadis lain juga pernah diriwayatkan bahwa

“Allah memuliakan utusan yang datang kepadanya, yaitu jemaah haji, mujahid, dan orang yang melaksanakan umroh”.

Tiga. Sebagai Penghapus Dosa

Diriwayatkan pula oleh Abu Hurairah Ra. bahwa Rasullulah Saw. bersabda “Satu umroh dengan umroh lainnya merupakan kafarah (penghapus dosa) di antara keduanya”. Imam Tirmidzi dan An Nasai juga meriwayatkan bahwa Nabi pernah bersabda

“Ikutilah di antara haji dan umroh, karena keduanya akan menghapuskan kefakiran dan dosa, sebagaimana alat peniup membersihkan karatnya besi, emas dan perak…”.

Perbedaan Haji dan Umroh

Haji dan umroh merupakan ibadah yang sama-sama dilakukan di Tanah Suci. Namun secara mendasar, selain niat yang diucapkan, kedua ibadah ini memiliki perbedaan sebagai berikut:

Satu. Hukum
Ibadah haji memiliki perkara hukum wajib bagi yang mampu tanpa adanya multipenafsiran. Sedangkan umroh hukum pelaksanaannya ada yang menafsirkannya sebagai ibadah wajib dan ada pula yang menafsirkannya sebagai sunah mu’akad.

Dua. Waktu Pelaksanaan
Ibadah haji hanya bisa dilaksanakan pada bulan Haji, atau bulan Zulhijah, tepatnya di tanggal 9-13 Zulhijah, dan jika dilaksanakan di luar waktu tersebut maka tidak sah. Sedangkan ibadah umroh bisa dilakukan kapan pun, sepanjang tahun, kecuali di hari Arafah pada tanggal 10 Zulhijah dan hari Tasrik tanggal 11, 12, 13 Zulhijah.

Tiga. Rukun Ibadah

Pokok ibadah haji terdiri dari 7 rukun yaitu ihram, tawaf, sai, tahalul, wukuf di Arafah, serta bermalam di Muzdalifah dan Mina untuk melempar jumrah. Sedangkan rukun umroh hanya mencakup ihram, tawaf, sai dan tahalul.

Tipe-Tipe Umroh

Berdasarkan konteksnya, ibadah umroh dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

Umroh Tamattu

Umroh ini dilakukan dalam konteks ibadah haji. Dalam prakteknya, tamattu dilakukan dengan niat datang ke Tanah Suci di bulan Haji untuk melaksanakan umroh, kemudian tinggal sementara di Mekkah untuk bersenang-senang sambil menunggu datangnya waktu Arafah dan melakukan ibadah haji.

Umroh Mufradah

Umroh ini dikerjakan tanpa ada kaitannya dengan ibadah haji. Waktunya tidak terikat dan bisa dilakukan kapan pun, kecuali di waktu-waktu yang dilarang seperti hari Muharam dan hari Tasrik. Umroh ini juga bisa dilakukan di bulan Haji, tapi tidak dihubungkan dengan pelaksanaan haji.

Sumber : http://www.umrohbackpacker.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Protected by WP Anti Spam